Gas Air Mata, Seberapa Fatal Efeknya pada Manusia?

Gaya Hidup  
Gas air mata ditembakkan. Ilustrasi
Gas air mata ditembakkan. Ilustrasi

Penggunaan gas air mata dalam tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur Sabtu kemarin menjadi perdebatan. Meski masih dalam penyelidikan, ia diduga satu dari sekian penyebab jatuhnya korban jiwa di lokasi tersebut.

Gas air mata memang sering digunakan aparat penegak hukum untuk membubarkan massa. Tidak hanya di Indonesia. Namun juga seluruh dunia.

Namun, penggunaannya tidak bisa sembarangan. Ada kriteria tertentu dimana polisi bisa menggunakannya. Meski di sejumlah negara, aturan kapan boleh menggunakan gas air mata hingga kini masih menjadi perdebatan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Mengapa penggunaan gas air mata perlu diatur? Karena gas air mata mengandung senyawa kimia tertentu yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

Anak-anak atau seseorang yang memiliki masalah pernapasan misalnya, akan menghadapi risiko mengalami komplikasi kesehatan ketika terpapar gas air mata.

Lalu, bisakah gas air mata menyebabkan kematian? Sefatal apa efek terburuknya?

Mengambil referensi dari Healthline dan berbagai sumber, berikut uraian efek gas air mata pada kesehatan manusia dan apa saja yang perlu dilakukan ketika terpapar.

Apa Itu Gas Air Mata?

Gas air mata adalah gabungan dari bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan pernapasan. Ia bisanya dilontarkan dari kaleng, granat, atau disemprotkan (semprotan merica atau pepper spray).

Gas air mata, bila melihat pada namanya, sebenarnya bukanlah murni berisi gas. Ia adalah bubuk yang diberi tekanan udara yang menghasilkan kabut ketika dilontarkan.

Kompon atau formula kimia yang umum digunakan pada gas air mata adalah 2-chlorobenzalmalononitrile atau biasa dikenal sebagai gas CS.

Ia pertama kali diformulasikan oleh dua ilmuwan Amerika pada 1928. Militer AS kemudian mengadopsinya untuk mengendalikan kericuhan pada 1959.

Tipe gas air mata lainnya yang digunakan secara umum mengandung oleoresin capsicum (semprotan merica/pepper spray), dibenzoxazepine (gas CR), dan chloroacetophenone (gas CN).

Dahulu, gas air mata sempat digunakan pada Perang Dunia 1. Namun, kini disepakati ilegal sebagai senjata perang. Lantaran dianggap sebagai senjata kimia.

Larangan senjata kimia berdasarkan kesepakatan internasional beberapa negara pada 1993, di Jenewa Swiss. Dalam pertemuan tersebut disepakati tidak boleh menggunakan senjata kimia dalam perang.

Hampir semua negara meneken pernjanjian itu, kecuali empat negara lain yang diundang: Korea Utara, Sudah Selatan, Mesir, dan Israel.

Apa Efek Gas Air Mata pada Tubuh Manusia?

Baca halaman selanjutnya

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penyuka mi ayam

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image