Sejarah Benua, Kenapa Daratan Asia dan Eropa Dipisahkan?

Sains  
Peta benua.
Peta benua.

RUANG TEKNO -- Ratusan juta tahun yang lalu, superbenua yang disebut Pangaea terbentuk. Selama sekitar 125 juta tahun, Pangaea berisi hampir semua tanah kering di Bumi. Sejak saat itu, bongkahan Pangaea terpisah dan puing-puingnya bergabung kembali dengan cara baru. Bukan satu kesatuan lagi, melainkan sudah menjadi sejumlah koloni benua.

Jadi, benua mana yang terbesar saat ini?

Jawabannya tergantung pada apa yang disebut sebagai benua. Menurut CIA World Factbook, benua terbesar adalah Asia. Asia mencakup lebih dari 17 juta mil persegi atau 44 juta kilometer persegi. Afrika adalah benua terbesar kedua, diikuti Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika, Eropa, dan Australia.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Tetapi ahli geografi telah berdebat panjang tentang benua sejak jaman dahulu. Menulis pada abad keenam sebelum masehi, sejarawan Yunani Herodotus mempertanyakan mengapa nama Asia, Afrika, dan Eropa harus diberikan kepada "apa yang sebenarnya merupakan satu daratan tunggal dan mengapa juga Sungai Nil dan Phasis atau menurut beberapa, Maeotic Tanis dan Selat Cimmerian, harus ditetapkan sebagai batas-batasnya."

Menurut buku 'The Myth of Continents; A Critique of Metageography' (University of California Press, 1997), pembagian antar benua sebagian besar didasarkan pada tradisi dan budaya.

Benua adalah area daratan yang luas yang sebagian besar dikelilingi oleh air. Tetapi definisi itu menyisakan ruang untuk berbagai interpretasi.

Saat ini, Eropa dan Asia terkadang digabungkan dan disebut Eurasia. Demikian juga banyak anak di negara-negara Amerika Latin seperti Chili mempelajari Amerika sebagai satu benua, bukan dua. Gabungan, Amerika memiliki luas lebih dari 16 juta mil persegi atau 42 juta km persegi. Itu lebih besar dari Afrika, tetapi masih lebih kecil dari Asia.

Dalam beberapa interpretasi, Australia adalah benua terkecil dengan luas kurang dari 3 juta mil persegi atau 8 juta km persegi. Namun, ahli geologi mendefinisikan benua secara berbeda dan menambahkan setidaknya satu benua lagi yang bahkan lebih kecil.

Zealandia sebagai benua...

Benua menurut ahli geologi

"Benua memiliki struktur kerak tertentu. Mereka terdiri dari bebatuan yang kurang padat dibandingkan bebatuan di cekungan samudra," kata Joann Stock, seorang profesor geologi dan geofisika di California Institute of Technology.

Kedua jenis batuan tersebut ada di lempeng tektonik, potongan kerak bumi yang mengapung di atas magma panas di bawah permukaan planet. Bagi ahli geologi, benua adalah wilayah besar kerak benua yang berdekatan. Dengan menggunakan definisi tersebut, ahli geologi mengenali sebuah benua bernama Zealandia yang bahkan lebih kecil dari Australia.

Saat lempeng tektonik bertabrakan satu sama lain, area yang terbuat dari kerak samudra sering terdorong ke bawah kerak benua dan kembali ke magma. "Mereka didaur ulang," kata Stock kepada Live Science.

Di sisi lain, benua cenderung tetap berada di permukaan bumi. Meskipun batuan benua cukup ringan untuk bertahan di atas permukaan laut, namun tidak selalu berada di atas air. Sebab, laut yang naik dapat menutupi batuan benua.

Batuan benua juga dapat meregang dan menipis, mendorong sebagiannya ke bawah permukaan laut. Itulah yang terjadi di sekitar Selandia Baru. Kepulauan Selandia Baru sebenarnya merupakan titik tertinggi di benua yang sebagian besar terendam dengan luas hampir 2 juta mil persegi atau 5 juta km persegi)l. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Geological Society of America pada 2017, benua itu disebut Zealandia. "Dan ahli geologi menganggapnya sebagai benua," kata Stock.

Sementara Selandia Baru memiliki daratan kurang dari 4 persen dari luas Australia, Zealandia berukuran sekitar dua pertiga luas Australia. "Ada Hukum Perjanjian Laut di mana negara-negara dapat mengklaim wilayah benua yang melekat pada benua mereka di bawah permukaan laut," kata Stock. Selandia Baru kemudian memperluas wilayah bawah lautnya dengan memetakan tepian Zealandia.

Zealandia bukan benua terkecil?

Jika Zealandia dihitung sebagai sebuah benua, apakah itu benua terkecil? Atau apakah ada benua yang lebih kecil lagi yang sedang terbentuk?

Ketika benua besar pecah, itu terlihat seperti lempengan yang hancur. Ada potongan besar seperti Afrika, potongan berukuran sedang seperti Zealandia, dan banyak pecahan kecil batuan benua. Pecahan-pecahan itu dikenal sebagai mikrokontinen. Ada yang tampak seperti pulau dan banyak lainnya berada di bawah permukaan laut.

Stock mengatakan, sebagian besar ahli geologi tidak menganggap mikrokontinen sebagai benua. Sebaliknya, mereka melabelinya sebagai bongkahan besar yang dapat dipelajari oleh ahli geologi dan melihat bagaimana mereka kembali menyatu.

Menurut ahli geologi yang berpendapat Zealandia sebagai benua pada tahun 2017, tidak ada konsensus yang kuat tentang apakah sesuatu yang lebih kecil harus diperhitungkan. Namun, mempelajari mikrokontinen tetaplah berguna.

Sumber: Live Scince

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

- angkasa berdenyut dalam kehendak -

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

[email protected] (Marketing)

× Image