Rata Rata Anak Tatap Layar Gawai 6 Jam per Hari, Berikut Cara Menguranginya

Gaya Hidup  
Anak bermain gawai. Ilustrasi
Anak bermain gawai. Ilustrasi

RUANG TEKNO -- Layar gawai kian menjadi sahabat dekat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Tidak terkecuali anak-anak. Bila terus berlanjut, kebiasaan tersebut dapat memicu dampak cukup serius pada kesehatan mereka.

Salah satu yang dilaporkan masalah serius akibat penggunaan gawai adalah obesitas. Screen time atau waktu layar membuat anak-anak diam dan malas bergerak. Kurang gerak dan aktivitas fisik berkorelasi erat dengan kenaikan berat badan.

Menurut laporan terbaru Asosiasi Jantung Amerika (AHA) peningkatan "waktu layar" secara umum terus meningkat dan diperkirakan bisa meroket.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Sebuah survei dilakukan Common Sense Media bahkan mendapati anak berusia 13 sampai 18 tahun saat ini rata-rata menghabiskan 6 jam dan 40 menit menatap layar.

Itu termasuk menonton TV, film, menjelajahi internet, media sosial, dan bermain video games.

Peningkatan waktu menatap layar digital itu mendorong sejumlah risiko. Termasuk menurunnya kualitas tidur, kemampuan sosial, hingga masalah kesehatan yang disebabkan duduk terlalu lama dalam jangka waktu tertentu. Obesitas salah satunya.

Para peneliti juga mendapati bahwa anak remaja yang menghabiskan 35 jam per minggu menatap layar lebih berisiko mengalami penyakit jantung dan stroke ketimbang mereka yang hanya melihat layar 16 jam per minggu.

“Hubungan antara screen time dan penyakit jantung hampir selaras dengan obesitas," kata Profesor Ilmu Kedokteran Kesehatan Anak di Universitas North Carolina School of Medicine kepada Healthline baru baru ini.

Bagaimana Cara Kurangi Waktu Layar Anak?

Langkah awal terbilang penting dimulai dari perilaku orang tua.

Orang tua harus menghindari menggunakan ponsel atau gawai terlalu lama saat bersama anak-anak. Itu bisa memberi teladan buruk.

“Itu hanya akan membuat anak merasa 'Oh, nggak papa ya' dan membuat mereka lebih sering ingin berinteraksi dengan ponsel ketimbang sesama anggota keluarga,” kata Peneliti AHA Tracie Barnet.

Barnett menyarankan orang tua memberlakukan lebih banyak waktu tanpa layar di rumah pada momen-momen khusus. Misalnya saat waktu makan atau ketika di kamar.

Sementara untuk anak di bawah 2 tahun, ia mengimbau jangan memberikan gawai sama sekali.

Orangtua juga, kata dia, perlu menanamkan mindset bahwa beraktivitas fisik lebih menyenangkan dan seru. Sering-sering ajak anak keluar ruangan dan bersenang-senang

Ganti keinginan menatap layar lama-lama dengan hal yang bisa membuat mereka tertarik. Ini tentu butuh upaya konsisten dari orang tua.

“Ada masanya, ketika berada di luar ruangan itu sangat menyenangkan. Sekarang justru sebaliknya, berada di dalamlah yang dianggap lebih menyenangkan,” kata Barnett.

Barnet menekankan bahwa menghindari anak dari layar sepenuhnya memang terasa mustahil. Setidaknya dengan mengurangi "waktu layar", hidup mereka bisa lebih baik dan berkualitas.

Poin-poin penting pembatasan waktu layar pada anak:

1. Jangan berikan gawai pada anak 2 tahun ke bawah

2. Batasi jam layar per hari untuk anak remaja dan pradewasa

3. Jangan berlebihan menggunakan perangkat layar digital di depan anak.

4. Buat "waktu tanpa layar" menyenangkan bagi anak

Sumber: Healthline

Baca juga:

- YTMP3: Download Lagu Mp3 dari Video Youtube Tanpa Aplikasi, Gratis dan Cepat

- Download Video Story, Foto, IGTV, dan Reels dari Instagram Gratis tanpa Aplikasi di iGram

- Download GB Whatsapp (GB WA) Paling Baru Update September 2022: Mudah, Cepat, Aman

- Lirik Lagu dan Chord Gitar Tak Ingin Usai oleh Keisya Levronka

- Download Video TikTok Tanpa Watermark 2022 di Snaptik App, Spontan Tanpa Aplikasi

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penyuka mi ayam

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image